Rabu, 31 Oktober 2012

penyelesaian kasus kab tanahmas raya

Berikut ini adalah penyelesaian kasus dari kabupaten tanahmas raya.
silahkan klik http://www.ziddu.com/download/20763016/tugasaspkasus.xlsx.html

Rabu, 24 Oktober 2012

Standar Akuntansi di Singapura

 Standar akuntansi di Singapura kini ditentukan dalam Undang-undang Perusahaan dan dikenal sebagai Standar Pelaporan Keuangan (FRS). Laporan keuangan disusun atas dasar akrual,menginformasikan pengguna tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan pembayaran dan penerimaan kas tetapi juga kewajiban untuk membayar tunai di masa depan dan sumber daya yang merupakan kas yang akan diterima di masa depan. keseluruhan standar akuntansi di Singapura  sekitar 39 standar yang berbeda dengan masing-masing dinamakan sebagai standar FRS X misalnya FRS 1. Setiap standar mencakup topik tertentu seperti penyajian laporan keuangan, pengakuan pendapatan, akuntansi untuk persediaan, dan sebagainya.
            Beberapa contoh Standar Akuntansi di Singapura,adalah sebagai berikut:
·         FRS 2 – Persediaan
standar akuntansi menyediakan persyaratan dan pedoman akuntansi persediaan. Standar ini menawarkan panduan untuk menentukan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan ke nilai realisasi bersih. Hal ini juga memberikan pedoman rumus biaya yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan.
·         PSAK 2
Ketika persediaan yang dijual, nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode di mana pendapatan terkait diakui.Biaya persediaan harus diberikan dengan menggunakan rumus biaya yang pertama-in, first-kami (FIFO) atau rata-rata tertimbang. Persediaan harus diukur pada biaya yang lebih rendah dan nilai realisasi bersih.
·         FRS 18 - Pendapatan
Tujuan PSAK 18 standar akuntansi adalah mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang dihasilkan selama perjalanan bisnis. Masalah utama dalam akuntansi untuk pendapatan adalah menentukan kapan mengakui pendapatan.
·          PSAK 18
Pendapatan dari penjualan barang harus diakui pada saat itu kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir ke entitas.
Pengakuan pendapatan dengan mengacu pada tingkat penyelesaian dari suatu transaksi sering disebut sebagai metode persentase penyelesaian. Pendapatan harus diukur dengan nilai pasar wajar dari penerimaan atau piutang.
Untuk mengetahui lebih lengkapnya tentang standar akuntansi di Singapura silahkan buka link  http://www.guidemesingapore.com/taxation/reports/singapore-accounting-standards

Senin, 15 Oktober 2012

Daftar kabupaten/kota provinsi di Indonesia &Perda APBD KabTegal

Daftar Jumlah Kabupaten Dan Kota Provinsi Di Indonesia
No.
Provinsi
Jumlah
KABUPATEN
KOTA
TOTAL
1
Nangroe Aceh Darusalam
18
5
23
2
Sumatera Utara
25
8
33
3
Sumatera Barat
12
7
19
4
Riau
10
2
12
5
Jambi
9
2
11
6
Sumatera Selatan
11
4
15
7
Bengkulu
9
1
10
8
Lampung
12
2
14
9
Kep. Bangka Belitung
6
1
7
10
Kep. Riau
5
2
7
11
Dki Jakarta
1
5
6
12
Jawa Barat
17
9
26
13
Jawa Tengah
29
6
35
14
Banten
4
4
8
15
Jawa Timur
29
9
38
16
Yogyakarta
4
1
5
17
Bali
8
1
9
18
Nusa Tenggara Barat
8
2
10
19
Nusa Tenggara Timur
20
1
21
20
Kalimantan Barat
12
2
14
21
Kalimantan Tengah
13
1
14
22
Kalimantan Selatan
11
2
13
23
Kalimantan Timur
10
4
14
24
Sulawesi Utara
11
4
15
25
Sulawesi Tengah
10
1
11
26
Sulawesi Selatan
21
3
24
27
Sulawesi Tenggara
10
2
12
28
Gorontalo
5
1
6
29
Sulawesi Barat
5
0
5
30
Maluku
9
2
11
31
Maluku Utara
7
2
9
32
Papua
28
1
29
33
Papua Barat
10
1
11
Total Kab/Kota
399
98
497
Jumlah Prov, Kab & Kota


530
Data diatas diperoleh dari

PERDA APBD KABUPATEN TEGAL
            Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 10 Tahun 2011 mengatur tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2012.Dalam peraturan Daerah tesebut terdapat 9 pasal yang diantaranya berisi tentang APBD Kabupaten Tegal,sumber pendapatan daerah,belanja daerah,pembiayaan daerah.Untuk lebih jelasnya silahkan buka link: